Holla gaes.. di sini pukul 21:51 WIB. Tentu saja malam hari dan aku sedang menikmati wifi kost yang yahut. Nggak nyangka udah jadi anak kost lagi, setelah liburan yang sangat puanjang. Liburan terpanjang selama aku kuliah. Gimana nggak terpanjang coba? yang lain belum libur, aku udah libur. Yang lain mulai libur, aku juga udah libur. Yang lain udah nggak libur, aku masih saja libur. Heuheuheu hingga tiba saatnya, aku pun melihat cintaku yang khianat.... cintaku berkhianat... eaaaa malah nyanyi plakkkk. Ralat, hingga tiba saatnya besok udah mulai kuliah lagi, TIDAAAAKKKKKKK. Mulai menempuh semester tua, TIDAKKKKKKKK | halah lebay | yaudahlahya biarin aja. Next, semester 6 bersahabatlah denganku :}.
Baik aku akan terima semua kepahitan ini, aku tak bisa lagi bersenang-senang, aku harus serius. Ya!! semangat 45. Aku udah nggak mau lagi jadi anak kuliahan, pengen berkarir, bisnisgirl, dan punya banyak duit huahuahua. Aku tahu duit bukan segalanya, tapi di dunia ini realitanya duitlah yang berkuasa. Duit bisa beli keadilan, duit bisa merubah orang bersalah menjadi tak bersalah dan orang tak bersalah menjadi bersalah, duit juga bisa merubah kebenaran menjadi kebohongan. Sesungguhnya aku benci itu. Aku benci hak dan kuasa yang melekat pada benda bernama "duit" itu. Tapi ini fakta, kau tahu aku tidak berbohong karena aku sudah sering melihat kejadian-kejadian yang bisa disebut sebagai kekuasaan duit. ASUdahlah lupakan kejadian yang keji itu, lanjut cerita.
Oiya gaes, aku rasanya nggak sabar nih pengen ketemu temen-temen kuliah aku besok. Udah lama nggak ketemu mereka. Kangen bercanda bareng, makan bareng, gila-gilaan bareng eitsss tapi nggak semua temanku bisa diajak gila-gilaan, maklum kepribadian mereka tidak sama. Ada yang jaim ada yang blak-blakan ada yang frontal, tapi aku sayang mereka semua | uhhh co cwettt | jelas dong.
Oiya mau cerita sedikit nih, kalian ada yang percaya hal-hal yang berbau mistis? memang sih nggak nyambung sama judul tapi aku mau berbagi pengalaman bolehkan? hihihi
Untuk saat ini, diriku yang sekarang memang 50:50 untuk mempercayai hal-hal ghaib semacam itu. Aku yakin semua itu hanyalah halusinasi yang aku alami, meskipun saat aku kecil dulu, saat rumah ayahku belum pindah-pindah aku sering melihat hal-hal semacam itu, nggak cuma sekali-dua kali. Bisa dibilang aku yang paling sering melihat hal begituan di antara keluargaku. Dulu aku penakut sekali, jadi selalu teriak kalau melihatnya. Semakin besar dan dewasa aku mulai tak ada rasa takut dengan yang begituan, aku selalu menepis dan meyakinkan diriku bahwa hal semacam itu hanyalah halusinasi. Hingga akhir-akhir ini malah aku sering sekali melihat hal-hal itu yang selama ini sudah jarang aku lihat. Kenapa ya? setiap kali melihat aku malah penasaran dan aku samperin. Aku juga heran kenapa aku seberani itu? tidak seperti saat aku kecil dulu? berbeda sekali pokoknya. Dan aku masih tetap yakin bahwa yang aku lihat hanya halusinasiku sendiri. Aku percaya bahwa makhluk ghaib itu ada, tapi aku tak percaya mereka sengaja menampakan diri hingga bisa dilihat mata manusia. Menurut kalian gimana?
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Punggungmu Saja Cukup
Latepost ya.
Ahad
28 Mei 2017. Hari kedua puasa di tahun 2017. Aku akan menceritakan kejadian
yang aku alami hari ini. Entah aku harus bahagia atau biasa saja, sebenarnya
aku juga bingung karena di sisi lain aku merasa biasa saja tapi ada sedikit
bahagianya, haduh gimana sih itu, bingungkan? Sama… saya juga. Jadi gini, biar
kuawali dengan bismillah, bismillahirrahmanirrahim. Mungkin ini sebuah tanda
atau apa aku kurang paham, hariku diawali dengan mimpi buruk. Aku mimpi
dirubungin hantu-hantu. Mungkin ini efek dari aku nonton film horror yang
berjudul Sinister yang aku tonton tadi malam sama adikku, jadi sampai kebawa
mimpi. Eits.. tapi hantu di mimpiku ini beda sama yang di film lho. Jadi di
dalam mimpi itu aku sedang berangkat salat teraweh sendirian, settingnya itu di
rumahnya nenekku. Rumah nenekku ini terletak di sebuah pedesaan yang masih
berdekatan dengan alas. Tapi alas di dalam mimpiku lebih horor dari pada alas
yang sebenarnya. Alas di dalam mimpiku terdapat rumah kosong yang terkenal
dengan banyak penunggunya. Waktu aku berangkat teraweh aku lewatnya itu jalan
depan pondokan yang berada di dekat rumahku. Aneh ya, kenapa dari rumahku bisa
langsung tembus ke rumah nenekku. Namanya juga mimpi, hal yang absurd bisa
terjadi begitu saja.
Pas
aku berangkat aku tidak bertemu dengan sosok menyeramkan, justru aku bertemu
dengan para santri dari pondokan yang juga ingin berangkat teraweh. Namun
ketika aku pulang dari salat teraweh, aku melewati alas yang sudah aku
ceritakan tadi. Aku menemui seorang anak kecil sedang berdiri di sebuah rumah
kosong. Kulihat ia sedang ngobrol dengan seseorang di dalam rumah yang tak
kulihat sosoknya. Tiba-tiba si anak memanggil nama mbak kunti… mbak kunti… pada
yang diajak ngobrol. Otomatis aku ketakutan. Kulihat arah di mana anak itu memanggil
dan benar aku melihat sosok kunti itu. Ia berbaju serba putih dengan rambut
panjangnya yang tidak berkilau, seandainya berkilau pasti si mbak kunti ini
ditawarin buat jadi iklan shampoo. Pas aku ketakutan aku menarik anak tadi
supaya pergi bersamaku. Aku pun membawanya pergi dari sana menuju rumah
nenekku. Setelah itu aku lupa mimpinya. Yang aku ingat meski samar-samar, di
akhir-akhir aku itu dirubungin banyak hantu bermuka jelek, kayaknya hantu emang
nggak ada yang cakep deh. Udah itu terus aku bangun kalau nggak salah. Pas
bangun tidur, aduhh badanku rasanya sakit karena sebelum tidur aku minta
dikerokin dulu sama ibukku. Iya waktu itu aku sedikit kurang fit.
Kenapa
jadi ngomongin mimpi hantu ya? Hmm gapapa lah ya itung-itung manjangin nih
tulisan. Jadi siangnya itu aku balik ke Semarang buat kembali jadi anak kost.
Aku berangkat dari rumah itu pukul set.2. Naik bus jurusan Semarang bareng dua
temenku. Mereka itu badannya tinggi tapi masih ada yang lebih tinggi, dan badan
mereka lebih lebar dari aku, jadi aku manggil mereka dengan sebutan cilik,
aslinya gue juga kecil sih, tapi lebih kecil mereka hhahahaha bangganya.
Balik
ke cerita. Jadi, itu bis ngeselin banget. Padahal biasanya kan aku kalau naik
bis jurusan Semarang itu turunnya di dalam Terimal Terboyo, tepat di depan
halte BRT Semarang. Tapi hari ini, pertama kalinya aku naik bus dan Cuma
berhenti di depan terminal. Gila nggak, halte BRT itu jauh dari sana. Udah
puasa-puasa, panas, mau nggak mau harus jalan kaki dong ke haltenya. Ehh nggak
boleh ngeluh ya, tapi aku pas nulis ini udah malem kok, jadi udah batal
puasanya. Tapi tetep aja nggak boleh ngeluh aslinya. Iya deh iya.
Lanjuttt.
Aku sama dua temenku itu jalan ke halte melewati jalanan yang ramai sekali
dengan kendaraan, hingga kami pun harus berlari-lari ria agar tidak tertabrak
kendaraan lain dikarenakan banyak genanagan
air yang menutupi jalan hingga ke tengah. Kalau nggak lari ya bisa
ketabrak. Sesampainya di halte pas sekali sama BRT yang datang, tapi kami di
tolak karena penumpang terlalu penuh, hadeh nasib. Yasudah kami menunggu bus
berikutnya. Nah ini nih inti cerita ini. Aku dan teman-temanku masuk ke dalam
bus. Di dalam sana, uhhh sesak-sesakkan, muntel banget. Aku langsung menuju ke
bagian belakang bus karena memang seperti itu aturannya, yang belakang harus
diisi dulu. Bus pun melaju dengan santai karena jalanan macet sekali. Aku
melihat ke arah depan dan aku melihat… siapa hayoo?? Kali ini yang kulihat
bukan mbak kunti atau teman-temannya karena aku sudah bangun dari tidurku.
Aku
melihat sosok yang pernah mengisi ruang hatiku di masa lalu. Nah lho hahaha
jangan baper ya. Kalau kalian pernah membaca cerpenku yang berjudul Can’t
Called Love yang sudah aku post di blogkku yang satunya, kalian akan tahu orang
di cerpen itu adalah orang yang sama yang sedang aku lihat di dalam bus.
Menurut kalian aku senang apa biasa saja? Nah aku juga bingung, senang tapi
biasa aja sih, sok cool gitu padahal aslinya….uhhh. Awalnya aku nggak yakin kalau dia itu adalah
sebut saja s. kemudian aku perhatikan dari rambut, bentuk punggung, warna kulit
dan akhirnya aku yakin kalau itu adalah s. Ditambah ketika dia menoleh ke
samping. Iya, aku melihat wajahnya dan 100 % benar dia itu s. Pas aku tahu
kalau dia itu s, langsung aku lihat terus. Soalnya ketika kamu melihat
seseorang secara terus menerus terkadang orang yang dilihat itu akan merasa dan
akhirnya akan melihat ke kita juga. Tapi hari ini teori tersebut tidak berlaku
untukku. Aku sudah melihatnya namun ia tidak melihat ke arahku, menoleh ke
belakang aja tidak, malah ke samping mulu. Sebel sih tapi mau gimana lagi. Dalam
hati aku berdoa agar dia turunnya masih lama, kalau bisa turunnya setelah aku
turun, kan biar aku bisa melihatnya dari arah dekat ketika aku keluar dari
pintu bus. Tapi sial, dia justru turun di halte berikutnya. Masih saja aku
lihatin terus, padahal masker wajahku sudah aku lepas supaya dia bisa
mengenaliku. Hingga ia keluar halte aku masih saja terus menatapnya hingga tak
bisa lagi kulihat dia. Ouhhhh malangnya diriku. Dulu, ketika aku masih
menyukainya, sekarang aku nggak tahu masih suka apa nggak. Aku pernah berharap
bahwa kami akan berjumpa di dalam bus yang sama. Mungkin Tuhan hanya ingin aku
yang melihatnya dari jauh tanpa dilihat kembali, yasudah lah ya mau gimana lagi
kalau sudah terjadi.
Bus
yang kunaiki melanjutkan pernajalannnya hingga aku sampai di kos. Yang
kudapatkan sekarang adalah pusing karena tadi aku nggak bisa minum ant*mo pas
mau berangkat dan juga lapar karena aku tadi berbuka dengan makanan yang diberi
adek kos. Niatnya aku mau beli karena aku tidak membawa makanan dari rumah,
tapi aku ditawarin yasudah lumayan juga. Nah sekarang aku bingung besok mau
sahur pakai apa. Tadi temanku yang lainnya mengajak keluar untuk mencari lauk
tapi karena kemaleman jadinya aku mager dan memutuskan untuk membuat mie saja
besok. Aku juga sudah menanak nasi karena tanpa nasi, makanan yang kumakan
tidak berasa di perut. Sudah dulu ceritaku karena kepalaku nyut-nyuttan dan
mataku kelihatannya sudah merah saatnya diriku untuk membaringkan tubuh dan
melanjutkan mimpi, tapi bukan mimpiku yang tentang hantu, mimpi yang indah
saja. Untuk kalian semua yang belum tidur, tidurlah siapa tahu besoknya bisa
bertemu jodoh hahahaha.
Langganan:
Postingan (Atom)
